Senin, 21 Juli 2008

Dihisap, Dua Orang Masuk RS

Dihisap, Dua Orang Masuk RS
*Rokok Gambar Cabup Tanpa Cukai Minta Korban

Bondowoso, Memo
Memasuki hari tenang masa kampanye, masyarakat Bondowoso dihebohkan dengan beredarnya rokok yang didalamnya berisi salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati. Namun, rokok yang dibungkus sebagaimana biasanya itu tidak dilengkapi dengan bea cukai sehingga dipastikan akibat hal tersebut negara mengalami kerugian puluhan juta. Bahkan, rokok yang disebarkan ke sejumlah tempat di wilayah Bondowoso itu menyebabkan salah satu warga harus dirawat di rumah sakit karena pada saat dihisap, rokok tersebut terasa menyengat dan tidak enak.
Informasi yang dihimpun Memo menyebutkan bahwa salah satu tim pasangan cabup dan cawabup di Bondowoso mengedarkan ratusan pak rokok yang di dalamnya ada gambar calon. Diduga, hal itu dilakukan untuk mengecoh Panwas yang saat ini sudah menurunkan semua atribut pasangan calon baik baliho, poster dan lainnya. Rokok tersebut diedarkan dengan tujuan untuk menambah suara pada pelaksaan Pilkada 23 Juli mendatang.
Menurut salah satu tim sukses salah satu calon, hendaknya Panwas atau pihak kepolisian turun tangan untuk menangani dan menertibkan adanya rokok yang tak ber cukai tersebut. Hal ini disebabkan agar negara tidak dirugikan dan juga tidak mengganggu masa hari tenang serta jalannya pilkada berlangsung aman dan kondusif. Dia juga mengaku bahwa jika hal itu dibiarkan maka akan menimbulkan keresahan warga karena sudah ada korban akibat rokok yang dihisap tersebut sudah memakan korban. "Panwas harus turun tangan menertibkan ini. Sebab, rokok ini sudah beredar di beberapa Kecamatan dan Kota," katanya.
Sementara menurut salah satu anggota Panwaskab, Didik Agus Suroto, SH bahwa sampai saat ini pihaknya masih konsenrasi menurunkan sejumlah alat peraga kampanye baik cabup maupun cagub. Dia mengaku baru mendengar adanya peredaran rokok yang tanpa cukai yang didalamnya ada gambar pasangan calon. Dia berjanji akan segera menertibkan peredaran tersebut. "Kami akan melakukan penertiban sesegera mungkin," katanya.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Koperasi Pemkab Bondowoso, Ir. Djuwono Hadi Susanto saat dikonfirmasi Memo melalui sambungan telepn mengatakan jumlah pabrik rokok di Bondowoso mencapai 37 perusahaan. Dari jumlah tersebut hanya ada 16 perusahaan yang memiliki cukai. Oleh karena itu pihaknya hanya bisa memberikan peringatan agar perusahaan yang belum memiliki cukai segera mengurusnya. Jika tidak maka pihaknya akan memberikan sanksi dan tindakan. "Selama ini kami masih mengadakan pembinaan, jika pembinaan ini diindahkan maka kami akan bertindak," katanya.
Di tempat terpisah, Kapolwil Besuki, Kombes Pol. Sad Harunantyo, SH mengatakan bahwa jika memang ada peredaran rokok yang tidak ada cukai itu adalah urusan bea can cukai. Namun pihaknya juga akan menangani kasus tersebut. "KIta pernah menangani kasus ini, Mas. Ya kita tetap akan menangani jika ada hal ini lagi," katanya. (mkl)


Tidak ada komentar: